Wakajati Aceh Apresiai Kejari Bener Meriah

Dr Muhammad Yusuf SH MH Wakajati Aceh mengaperesiasi atas kesiapan Kejaksaan negeri Bener Meriah, dalam hal kesiapan mewujudkan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Melihat insiatif Kepala Kejari Bener Meriah dengan dukungan para Kasinya,  kita yakin Kejari Bener Meriah masuk zona integeritas secara nasioanal,” ujar Wakajati Aceh Dr Muhammad Yusuf SH MH saat mengunjungi Kejaksaan negeri Bener Meriah.

Wakajati Aceh dalam keteranganya mengatakan, kedatangannya ke Kejari Bener Meriah  sesuai dengan komitmen pimpinan , dimana Wakajati ditugaskan khusus oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh untuk melakukan evaluasi melihat kondisi di daerah terutama di wilayah Kejari Bener Meriah berkaitan dengan kesiapan untuk masuk wilayah zona integritas.

“Saya lihat di Kejari Bener Meriah, atas inisiatif Kepala Kejarinya  yang didukung para Kasi mereka  sudah siap, bahkan sudah mulai menata beberapa area perubahan. Mudah-mudahan dalam waktu yang singkat apa yang kita harapkan dapat terealisasi dengan baik,” Kata Wakajati Aceh.

Dalam mewujudkan zona integritas, menurut Wakajati Aceh ada enam areal perubahan salah satunya perubahan manajemen.

“Intinya diarea perubahan ini memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, insyaallah niat baik Kepala Kejari Bener Meriah bersama jajarannya akan ada perubahan sehingga masyarakat Bener Meriah percaya kepada kejaksaan,”.

Dikatakan Wakajati Aceh itu, untuk saat ini pihak Kejari Bener Meriah sedang melakukan tahapan demi tahapan.

“Saya usulkan Bener Meriah bisa masuk  zona integritas secara nasional, mudah-mudahan kedepan Bener Meriah benar-benar masuk zona integritas secara nasional,“.

Lebih lanjut dikatakan Muhammad Yusuf, di enam area perubahan Kepala Kejari Bener Meriah telah melakukan sosialisasi pemahaman, baik dalam kesempatan olahraga kepada teman-teman, masyarakat bagaimana berlalulintas yang baik dan memberikan pemahaman bidang hukum.

Untuk tahun lalu di Aceh ada tiga kabupaten yang masuk zona integritas, diantaranya Kabupaten Aceh Tenggara, Lhokseumawe, dan Singkil.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Agus Suroto SH MH, Kejari Bener Meriah siap mewujudkan untuk masuk masuk zona integritas hal itu mengacu pada enam area perubahan seperti manajemen perubahan dan itu merupakan komitmen kami untuk merubahnya.

“Yang pertama dirubah itu adalah mindset (pola pikir) kita, kultur set kita, sikap dan tingkah laku, tatalaksana kita sudah siapkan SOP yang mengatur tentang tatacara dari tiap-tiap bidang,  tata pengawasan (untuk pengawasan kita memasang pinjer prin, memasang bener-bener yang ada di tempat-tempat umum),”papar Agus Suroto.

 Kepala Kejari Bener Meriah mengatakan terkait tatalaksana pihaknya sudah mempersiapkan pegawai-pegawai yang handal yaitu menempatkan pegawai itu sesuai dengan keahliannya.

“Selain itu akuntabilitas seperti alat pertangungjawaban dengan cara melakukan controling terhadap kinerja anggota setiap bulan. Dan yang paling ini adalah pelayanan terhadap masyarakat yang berkualitas,”